Archive for Mei 2013
Assalamualaikum Wr.Wb. posting ini disusun oleh Decky Rifaldi mungkin anda newbie (pemula) dalam dunia Aeromodelling saya pun begitu, mungkin anda ingin mencoba membuat RC pesawat dari bahan balsa, gabus, atau depron stelah membuatnya mungkin anda mencoba menerbangkan pesawat yg anda buat tadi namun hasinya nihil atau tidak terbang sama sekali. maka dari itu anda harus mempertimbangkan berat, daya angkat motor dan daya angkat sayap. misalkan daya angkat motor electric anda 500 gram namun anda membuat fuseleage atau badan pesawat lebih besar dari daya angkat motor itu sendiri maka jelas pesawat itu tidak akan terbang, namun sebaliknya jika daya angkat motor anda (thrust) 500 gram anda membuat fuseleage disesuaikan dengan daya angkat motor anda insyaallah pesawat itu akan pergi ke angkasa luas hahaha...
namun apakah hanya daya angkat motor (thrust) saja yang jadi pengukur pesawat untuk terbang? tentu saja tidak, perbandingan antara fuseleage, panjang, dan lebar sayap pun jadi pertimbangan untuk terbangnya sang pesawat itu sendiri panjang sayap harus melebihi panjang fuseleage sekitar 15-20%, lebar sayap harus disesuaikan pula dengan lebar fuseleage. kira kira semua itu telah kita dapatkan mungkin anda sudah tidak sabar untuk mencoba menerbangkan hasil karya anda tadi. apakah anda telah tahu cara untuk menemukan titik CG? saya rasa belum untuk menemukan titik tersebut anda harus meletakan jari anda diantara fuseleage, pertama tama anda coba ambil pesawat tersebut lalu hadapkan kepada anda pesawat tersebut dan taruh jari anda diantara fuseleage itu tadi apakah telah seimbang? usahakan seimbang jangan sampai terlalu berat ke depan juga ke belakang. Anda juga harus meghitung dimana letak jari anda yaitu 15-25% dari lebar sayap.
Panduan praktis memilih kombinasi motor, propeller, ESC dan batere Disusun oleh Decky Rifaldi, Pertanyaan yg sering kali muncul adalah :
1.
kalau saya punya motor sekian kv, bisa utk pesawat apa?
2.
saya punya pesawat, perlunya motor ukuran berapa?
Nah utk menjawab
pertanyaan2 tsb, saya coba susun satu panduan praktis, berdasarkan pengalaman
dilapangan serta mengambil dari beberapa sumber Catatan : Ini hanya
panduan praktis saja , bukan panduan baku , jadi bisa saja kondisi nyatanya
berbeda dg yg ditulis disini Sebelumnya kita lihat ke obyeknya, si
pesawat Ada 2 tersangka yg mempengaruhi pesawat bisa bergerak dan terbang, yg
saling berkaitan (diluar faktor2 aerodinamika dll, yg saya tidak bahas disini)
1.
Wingloading, suatu bilangan yg menyatakan beban yg dipikul oleh luasan
sayap, dalam gr/dm2
2.
Powerloading, besaran daya persatuan berat pesawat, yg diperlukan utk
menggerakkan pesawat maju, dalam Watt/gr Kedua tersangka diatas itu
saling berkaitan, seperti 2 sisi mata uang, Cuma karena tulisan ini khusus ke
panduan memilih motor dan ikutannya, maka yg di jadikan acuan adalah factor
power loading saja, wingloading dikesampingkan dulu. Utk memudahkan ,
saya bagi ukuran pesawat model berdasarkan beratnya, Saya coba bagi dalam 6
kelompok, yg umum ditemukan di pesawat model
1.
dibawah 50 gr 2. 100 gr 3. 100 s/d 200 gr 4. 200 s/d 300 gr 5. 300 s/d 400 gr
6. 400 s/d 700 gr 7. 700 s/d 1000 gr Dari pembagian diatas, ada satu
faktor yg sama, yaitu Powerloading, dimana angka ini umumnya disepakati
berkisar antara 0,2 sampai 0,3 Watt/gr Untuk mudahnya kita mengacu
ke power loading di angka 0,2 Watt/gr:
1.
Berat pesawat dibawah 50 gr ,power motor yg diperlukan adalah = 50 x 0,2 = 10
Watt Motor yg masuk
kategori kelas 10 Watt adalah : HexTronik 5gram Brushless
Outrunner 2000kv 1. menggunakan lipo 2sel ( 7,4 Volt) , 180 – 200 mAh 2.
arus 2 Amp, artinya ESC yg digunakan cukup 6 Amp (ESC Turnigy 6Amp) 3.
propeller 4x2,5 ( GWS 4025)
2.
Berat pesawat 100 -200 gr Power motor yg diperlukan = 100 x 0,2 = 20 Watt
Motor yg masuk kategori ini HXT 10g 1811-2000Kv 1.menggunakan
lipo 2sel ( 7,4 Volt) , 360 – 500 mAh 2.arus 5.5 Amp, artinya ESC yg
digunakan cukup 10 Amp (ESC HK SS 10Amp) 3.propeller 5x3 (GWS 5030)
3.
Berat pesawat 200 - 300 gr Power motor yg diperlukan = 200 x 0,2 = 40 Watt
Motor yg masuk kelas 40 Watt HexTronik 20gram Brushless Outrunner 2300kv
1. menggunakan lipo 2sel ( 7,4 Volt) , 600 - 800 mAh 2. arus 8,5 Amp, artinya
ESC yg digunakan cukup 12 Amp (ESC HK SS 12Amp) 3. propeller 6x3 ~ 7x3,5 ( GWS
6030 atau GWS 7035)
4. Berat pesawat 300 – 400 gr Power
motor yg diperlukan = 300 x 0,2 = 60 Watt Yg masuk kelas 60 Watt keatas
sbb : a. Emax FC2805 -1600kv b.hexTronik 24gram Brushless Outrunner 1500kv c.
C20 – 1550kv 1. Menggunakan lipo 2sel (7,4 Volt) , atau 3sel (11,1
Volt), 1000 – 1200 mAh 2. arus 10 Amp, ESC yg digunakan 15 -18 Amp ( HK SS 15 –
18 Amp) 3. propeller 7x4
5.
Berat pesawat 400 – 500 gr Power motor yg diperlukan = 400
x 0,2 = 80 Watt Yg masuk kelas 80 Watt Emax FC2805 -1600kv 1.
Menggunakan lipo 2sel (7,4 Volt) atau 3el (11,1 Volt) 1300 – 1500 mAh 2. arus
15 Amp, ESC yg digunakan 18-20 Amp ( HK SS 18-20 Amp) 3. propeller 7x4
6.
Berat pesawat 500 – 700 gr Power yg diperlukan = 500 x 0,2 = 100
Watt Motor yg masuk kelas 100 Watt Emax FC2812-1534kv Turnigy
L2210C-1200 Brushless Motor (150w) 1. Menggunakan lipo 2sel (7,4 Volt)
atau 3 sel (11,1 Volt), 1500 – 2200 mAh 2. arus 18 Amp, ESC yg digunakan 20 Amp
( HK SS 20 Amp atau sejenisnya) 3. propeller , pada 3sel = 7x4, pada 2
sel = 8x4
7. Berat pesawat 700 – 1000 gr Power yg diperlukan = 700 x 0,2 Watt = 140 Watt minimal Motor dalam kelas ini a. Turnigy D2826-10 1400kv Brushless Motor b. Turnigy L2210-1400 Bell (210w) 1. Menggunakan 3 sel (11,1 Volt), 1800 – 2200 mAh 2. arus 22 Amp, ESC yg digunakan 25 Amp ( HK SS 25 -30 Amp atau sejenisnya) 3. propeller , pada 3sel = 7x6, atau 8x4
8.
Utk berat diatas 1000 gr s/d 1200 gr Menggunakan motor dibawah NTM Prop Drive
Series 35-36A1400Kv / 550W ( utk 1000 s.d 1200 gr ) Max arus: 55A Max Power:
550W @ 12v (3S) ESC: 60A Prop Tests: 8x4 - 14.8v - 621W - 42A 8x4 - 11.1v -
277W - 25A 9x6 - 11.1v - 432W - 39A 10x5 - 11.1v -510W - 46A 11x5.5 - 11.1v -
543w - 49A Utk NTM 35-36A diatas, minimal mengunakan batere lipo 2200
mAh -Decky Rifaldi
Untuk pesawat RC trainer yang terbangnya santai
(bukan aerobatik/3D) pakailah perhitungan : power motor 30Watt per 100gram
berat pesawat. Watt motor = Voltase batre X Ampere motor. Setelah mengetahui
motornya, carilah ESC yang sesuai tercantum di situs atau referensi lainnya,
amannya pakailah ESC lebih besar dari referensi. ESC lebih besar (lebih dingin
walaupun menambah beban) lebih baik daripada ESC kekecilan (resiko panas dan
terbakar). Batre dan propeler juga tercantum di lokasi yang sama. Biasanya,
batre besar maka pakai propeler lebih kecil, sebaliknya batre kecil pakai prop
lebih besar. Kemudian ada juga klausul umum yang mengatakan motor kv tinggi
memakai prop kecil dan sebaliknya, kv rendah memakai prop besar. Bagaimana
menentukan kombinasi yang sesuai? Bila memiliki WattMeter carilah kombinasi
prop dan batre yang paling besar yang tidak melebihi Arus Maksimal Motor
tersebut. Apabila belum memiliki WattMeter, lakukan test sebelum terbang yaitu
kombinasi mana pada trotle maksimal beberapa detik yang tidak membuat
motor,esc,batre panas (kalo hanya hangat adalah normal). Silakan
mencoba,sebagai pilot rc yang bertanggung jawab,selalu lakukan test darat
sebelum terbang. Terima kasih. Salam Aeromodelling. -Decky Rifaldi
